awal

Sabtu, 17 Juli 2010

KEPEDIHAN

Kesukaan adalah topeng kepedihan
yang kau padamkan suluh kemuakkan diri
Tapi dari dalam yang sama kau torehkan seiris sendu
Kau siramkan air kenaifaan bagai
anggur buatmu mabuk kebodohan semata
Oleh air itu juga kau lambungkan diri
Agar dupa kehidupan mengalun terus
mengapa
mengapa
Bukankah kesukaan adalah ombak yang
bergulung-gulung selubungi pantai
Bukankah kepedihan adalah awan yang
berarak-arak ke nirwana
Bukankah padang perlu ilalang agar bisa
menyandungkan seruling sang gembala
Bukankah
Bukankah
Terimalah bila sayapnya rengkuhmu
datanglah bila suaranya dekapmu
seperti siang rindukan malam
semua berputar selaras

Tidak ada komentar:

Posting Komentar